/ Friday, March 8, 2013 /

Mahasiswa Ideal

1.    Sadar bahwa dirinya adalah mahasiswa.
Jadi secara otomatis tahu bahwa dirinya mahasiswa, yang melakukan kewajibannya sebagai mana mestinya seorang mahasiswa. Misalkan rajin kuliah, atau berorganisasi.

2.    Bisa membagi waktu dan bisa memanagemen waktu sebaik-baiknya.
Mahasiswa ideal tidak harus yang rajin, asalkan bisa membagi waktu dan memenejemen waktu sebaik-baiknya.

3.    Mampu berfikir logis, santai, dan pintar.
Dengan berfikir logis maka masalah dapat terselesaikan dengan mudah dan santai, tidak berfikir pendek dan pintar. Kebanyakan mahasiswa masa kini pikirannya monotone, tugas jadi beban, ditinggal pergi pacar jadi beban, pacaran jarak jauh jadi beban, selain itu semua masalahnya di tulisa dalam status facebook, twitter, google + ,dll. Secara tidak langsung sama aja dengan orang bodoh yang dengan sengaja memberikan segala informasi yang sedang terjadi/ dialaminya.

4.    Mampu menangani masalah dengan cara apapun.
Dengan cara apapun tidak sama dengan menghalalkan segara cara, yakni bila masalah tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa, masih ada cara lain yang lebih simple.

5.    Mempunyai keahlian yang khusus.
Mahasiswa ideal adalah mereka yang memilki keahlian khusus, namun banyak orang umum menyepelekan keahlian mereka, terkadang mereka beranggapan mahasiswa ideal adalah mereka yang bisa dengan semua yang mereka ajarkan. Misalkan seorang mahasiswa yang jago dalam hal desain, tapi dalam hal akademis ia agak kurang bisa mengikuti, dan ia dianggap tidak berguna karena tidak bisa. Padahal orang yang tidak bisa menghargai sesorang ialah orang bodoh, menhargai tidaklah harus hal-hal yang besar, namun dari hal-hal yang kecil dan sepele.

6.    Mampu berwirausaha
Mampu berwira usaha bukanlah hal wajib, namun ada baiknya jika seorang mahasiswa mampu berwirausaha, atau berbisnis. Berwira usaha bisa dimulai hal-hal yang mudah misalkan reseller, yang penting mampu menghasilkan keuntungan. Keuntungan dari berwirausaha yakni menolong kita agar mempunyai kemampuan dalam berbisnis sejak dini. Selain itu itung-itung untuk meringankan beban orang-tua kita yang membiayai segala hal selama kuliah.

7.    Mampu bergaul dengan siapa saja, dan dimana saja.
Dengan mudah bergaul dengan setiap orang, maka secara otomatis kita memiliki relasi dengan orang-orang, semakin banyak relasi maka semakin besar informasi yang bisa kita dapat. Teman sedikit, kenalan pun sedikit, sepertihalnya seseorang yang terkekang dalam sebuah kotak kecil yang dijaga oleh nazgul.


8.    Berani bertanggung jawab.
Misalkan anda diberi tugas, dan anda menyetujui untuk menyelesaikannya, maka jika anda memang serang laki yang benar-benar laki. Semua halangan dan rintangan yang didepan anda bukanlah sebuah halangan untuk tidak bertanggung jawab menyelesaikan tugas.

9.    Berpikir out of the box.
Yang dimaksudkan adalah, pola berfikirnya tidak kaku dan kolot, mempunyai ide-ide brilian. Berfikir secara meluas, seperti halnya pengetahuannya, luas. Mempunyai ide banyak tapi juga bisa mencari solusi untuk mendapatkannya.

The origin of distortion (music)

/ Tuesday, June 19, 2012 /

"what was the first song/band to actually use distortion?"


the first guitarist to "invent" distortion was actually Ike Turner from around late 50's or early 60's. The story goes that Ike and his band were travelling to a gig with their equipment tied to the roof over their car. Yadda, yadda, yadda......they hit a bump and one of their amps fell on the ground. When it fell it tore a hold in the speaker. Totally accidental, but distortion none the less.

Ike Turner

Accidental Discoveries

Despite this fertile ground, distortion was still not actively sought out and implemented. Most of the use of early use was discovered by accident by musicians who liked the sound and decided to continue using it.
One of the earliest uses of distortion was on the song “Rocket 88”, performed by The Kings of Rhythm and written by Ike Turner. Although written as a rhythm and blues song, it became one of the earliest rock and roll songs, if not the first, and was later a minor hit for a more familiar band, Bill Haley and the Comets. In any case, the distorted tone came about when rhythm guitarist Willie Kizart arrived at the studio with a damaged amplifier. Producer Sam Phillips later claimed that the amp had fallen off the top of Kizart’s car, while Turner claimed that the amp had been left in the trunk and rain leaked in, causing the damage. In either case the band and Phillips loved the sound, and created what is regarded (though often disputed) as the first recording of distortion.
Around 1956, guitarist Johnny Burnette of the Johnny Burnette Trio had one of the tubes from his tube amp fall out during the show while covering Tiny Bradshaw’s “Train Kept A-Rollin’” (a song that later became a hit for Aerosmith). The audience loved it, and a local critic gave the sound a rave review. This led Burnette to keep the sound once he recorded the song in the studio.
Even as musicians like Willie Johnson and Chuck Berry (whose sound came about from the aforementioned “clipping” method by playing smaller amps to their maximum output) were using the earliest known forms of overdrive, it was not readily accepted, nor was there any device or foot pedal to reproduce the sound. The sound was there; it just hadn’t gained enough attention yet to appeal to the masses.
Once again, distortion needed something big to happen to take the next step forward. This next big step occurred thanks in part to a screwdriver, a Broadway musical, and a good chunk of controversy.

 
Copyright © 2010 black box, All rights reserved
Design by Peppers Ghost. Powered by Blogger